selasa hari yang menurut gue lebih nyaman daripada senin. Lebih santai, ga harus buru-buru jalan, ga perlu mikirin masuk kampus lebih pagi (soalnya masuknya siang hehe). Udah kebiasaan gue dateng kepagian ke kampus buat mehindari macet doang. Lo tau sediri jakarta agak siangan dikit aja udah g bisa jalan. Setelah di kampus biasanya gw langsung ke kelas setelah masuk kelas " dan disitu saya merasa sedih"(ga deng haha). Kelas masih sepi, entah kenapa gue seneng kayak begini, tenang, g ada yang ganggu, pokoknya nyaman. Walaupun gabut pagi-pagi tapi menurut gue waktu kayak begini penting banget, kenapa penting? hal begini membuat otak kreatif gue terasah, ketika lo sendirian ide2 muncul dengan sendirinya, entah itu gambar2, nulis lirik lagu, dll. tanpa lo pikirkan sebelumnya. Dan gue rasa berangkat pagi2 itu g ada salahnya, karena hal itu bisa buat kita lebih tertib.
Kebudayaan
barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami
ilmu pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam cara diskusi dan
debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnyamurni
/asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya
datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses
belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam
berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak
yang mengikuti ajarannya.
Kebudayaan
Barat tak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan
barat yang di tulis sebagai westernculture. Westernculture diakui oleh negara
belahan dunia manapun sebagai kultur yangberada di Eropa barat bukan Amerika,
bukan Australia, dan bukan Negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring
perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur.
Mungkin karena perbedaanras,Agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan
negara, sehingga muncul istilah tersebut. Jadi, jika kita langsung melogika. Budaya
barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian
baratkita melainkan sebuah istilah yang
berawal dari kawasan eropa barat.
Ada 3 ciri dominan dalam budaya Barat:
Pertama
adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa dilihat pada
nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan ekonomi.
Kedua
adalah “kebebasan”. Di Barat anak anak berbicara terbuka di depan orang dewasa,
orang orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat
secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.
Ketiga
adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet, satelit,
televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan
ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.
A.Pengertian Kebudayaan Timur
Kebudayaan
Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan
berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan
dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh
dimakan dan minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat
berpengaruh pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan
mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri,
seperti: bersemedi, bertapa, berdo’a, beribadah, dll.
Kebudayaan
timur yang dimaksud disini adalah sebuah kebudayaan diluar kebudayaan
orang-orang eropa barat (bangsa eropa barat dan jajahannya). Kebudayaan timur
muncul sebagai pembeda dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa
barat. Oleh karena itu munculah sebuah istilah barat dan timur.
Hal
yang paling dominan dari kebudayaan timur adalah adat istiadat yang masih
dipegang teguh.Walaupun adat istiadat saat ini mulai pudar dan berubah. Selain
itu hal yang dominan adalah konsep gotong royong,kebersamaan menjadi hal yang
paling utama
B.Kesimpulan
Kebudayaan
barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami
ilmu pengtahuan dan filsafat. Sedangkan Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang
cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan
fisik dan mental. Dan diantara kedua kebudayaan tersebut terdapat 19 item
pembeda dalam kehidupan sehari-hari secara umum dalam hal: beropini, disiplin
waktu, gaya hidup (lifestyle), hubungan antar manusia dalam proses sosialisasi,
perayaan / pesta, sikap konsumtif terhadap sesuatu yang baru, anak, trendstyle,
atasan/ bos, kehidupan di masa tua, transportasi yang digunakan, tempat wisata,
saat dalam jamuan makan, wisata, keindahan tubuh ideal bagi setiap individunya,
sikap saat menghadapi masalah, mimik muka saat marah, sifat percaya diri yang
dimiliki, aktifitas saat weekend, tahapan perjamuan makan.
Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dalam. perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.
Berdasarkan Pengertian diatas maka perilaku individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berbeda-beda. Semua perilaku tersebut bersifat khas artinya hanya dimiliki oleh individu itu meskipun orang lain memiliki perilaku yang sama mungkin pemaknaannya berbeda , misalnya ada yang makan karena belum sarapan , ada yang makan karena ikut teman atauada yang makan karena mengisi waktu saja
Kepribadian adalah ciri , karakteristik , gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita sendiri . Bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan yang kita terima dilingkungan jadi yang disebut kepribadian itu adalah campuran dari yang bersifat psikologis , kejiwaan dan juga fisik.
KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari kata budh-budhi-budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
Koentjaraningrat
mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil
kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkanya dengan belajar
dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Dari beberapa pengertian
tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan
cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat.
Pendefinisan
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kebudayaan adalah segala sesuatu yang
dilakukan dan dihasilkan manusia, yang meliputi:
·Kebudayaan
materiil (bersifat jasmaniah), yang meliputi benda-benda ciptaan
manusia, misalnya kendaraan, alat rumah tangga, dan lain-lain.
·Kebudayaan
non-materiil (bersifat rohaniah), yaitu semua hal yang
tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya agama, bahasa, ilmu pengetahuan, dan
sebagainya.
2. Kebudayaan itu tidak diwariskan secara
generatif (biologis), melainkan hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar.
3. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai
anggota masyarakat. Tanpa masyarakat kemungkinannya sangat kecil untuk
membentuk kebudayaan. Sebaliknya, tanpa kebudayaan tidak mungkin manusia
(secara individual maupun kelompok) dapat mempertahankan kehidupannya. Jadi,
kebudayaan adalah hampir semua tindakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan
populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah
individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk
pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi
selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan
demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada
pertumbuhan penduduk dunia.
Dalam demografi dan ekologi, nilai
pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam
sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada
periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam
populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus:
Cara yang paling umum untuk menghitung
pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode
waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode. Yang
merupakan:
·B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Penduduk
1. Kelahiran (Fertilitas) : Fertilitas merupakan kemampuan berproduksi
yang sebenarnya dari penduduk (actual
reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh
seorang atau sekelompok perempuan.
2. Kematian
(Mortalitas) : Kematian adalah
hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap
saat setelah kelahiran hidup.Perubahan jumlah kematian (naik turunnya) di tiap daerah tidaklah sama,
tergantung pada berbagai macam faktor keadaan. Besar kecilnya tingkat kematian
ini dapat merupakan petunjuk atau indikator bagi tingkat kesehatan dan tingkat
kehidupan penduduk di suatu wilayah.
3. Perpindahan
(Migrasi) : Migrasi adalah
perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas
negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
1.Jenis-jenis Migrasi:
Migrasi dapat terjadi
di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi
dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
Migrasi Internasional,
yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan
atas tiga macam yaitu :
Imigrasi,
yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap.
Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran
Emigrasi,
yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan
emigrasi disebut emigrant
Remigrasi atau
Repatriasi, yaitu kembalinya imigran
ke negara asalnya
Migrasi Nasional atau Internal, yaitu
perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional /internal terdiri
atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
Urbanisasi,
yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap.
C. PIRAMIDA Penduduk
a. Bentuk-bentuk Piramida Penduduk
Bentuk piramida penduduk dibadakan
menjadi tiga macam yaitu :
Bentuk Limas (Expansive), menunjukkan
jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua,
sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina,
Mesir, Nigeria, Brazil.
Bentuk Granat (Stationer),
menunjukkan jumlah usia muda hampir sama dengan usia dewasa, sehingga
pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya: Amerika Serikat, Belanda,
Norwegia, Finlandia.
Bentuk Batu Nisan (Constructive),
menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda, jumlah
penduduk mengalami penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda
perang.
Negara-negara berkembang pada umumnya
memiliki piramida penduduk berbentuk limas, sedangkan negara-negara maju
umumnya berbentuk granat atau batu nisan.
Ciri-ciri struktur penduduk pada tiap
bentuk piramida :
1.
Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :
a. Sebagian besar berada pada
kelompok penduduk muda
b. Kelompok usia tua jumlahnya
sedikit
c. Tingkat kelahiran bayi tinggi
d. Pertumbuhan penduduk tinggi
2.
Piramida Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri :
a. Penduduk pada tiap
kelompok umur hampir sama
b. Tingkat kelahiran rendah
c. Tingkat kematian rendah
d. Pertumbuhan penduduk mendekati nol
atau lambat
3. Piramida Penduduk Constructive memiliki
ciri-ciri :
a. Sebagian besar penduduk berada
kelompok usia dewasa atau tua
b. Jumlah penduduk usia muda sangat
sedikit
c. Tingkat kelahiran lebih rendah
dibanding dengan tingkat kematian
d. Pertumbuhan penduduk terus
berkurang
D. RASIO KETERGANTUNGAN
Konsep
Penduduk muda berusia
dibawah 15 tahun umumnya dianggap sebagai penduduk yang belum produktif karena
secara ekonomis masih tergantung pada orang tua atau orang lain yang
menanggungnya. Selain itu, penduduk berusia diatas 65 tahun juga dianggap tidak
produktif lagi sesudah melewati masa pensiun. Penduduk usia 15-64 tahun, adalah
penduduk usia kerja yang dianggap sudah produktif. Atas dasar konsep ini dapat
digambarkan berapa besar jumlah penduduk yang tergantung pada penduduk usia
kerja. Meskipun tidak terlalu akurat, rasio ketergantungan semacam ini
memberikan gambaran ekonomis penduduk dari sisi demografi.
Definisi
Rasio Ketergantungan (Dependency
Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah
dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia
15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio
Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
Rasio Ketergantungan Muda adalah
perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 –
64 tahun.
Rasio Ketergantungan Tua adalah
perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di
usia 15-64 tahun.
Kegunaan
Rasio ketergantungan (dependency
ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan
keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang
sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi
yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin
tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai
hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan
persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya
beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang
belum produktif dan tidak produktif lagi.
Cara Menghitung
Rasio Ketergantungan didapat dengan
membagi total dari jumlah penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah
penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas) dengan jumlah penduduk usia
produktif (15-64 tahun).
Ilmu Sosial Dasar meliputi dua kelompok utama yaitu, studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga – lembaga sosial. Yang terutama terdiri dari psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedangkan yang lainnya terdiri dari ekonomi dan politik.
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu:
1. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan¬kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”.
3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
sumber : http://anwarabdi.wordpress.com/2013/04/22/ruang-lingkup-ilmu-sosial-dasar/